Pengalaman mendebarkan menggunakan Indosat Super Wifi

Ya, Senin pagi itu merupakan salah satu pagi yang paling dingin dalam hidupku. Hujan deras menerjang dinginnya udara pagi Jakarta. Bunyi air hujan terdengar keras layaknya genderang perang. Angin bertiup sangat kencang dan menakutkan.  Tembok kamarku merintih lelah menahan gempuran air hujan yang dengan gagah beraninya menerobos masuk ke dalam rumah. Matahari tidak menunjukkan tanda-tanda keberadaannya. Kicauan burung-burung pagi pun tak terdengar, lenyap ditelan bumi.

Lonceng berbunyi menunjukkan pukul 6.30 pagi. Kubangun dari tempat tidurku dengan malas. Kuluruskan kakiku yang pegal sehabis bermain futsal semalam. Kuregangkan kepalaku ke kiri dan ke kanan untuk meregangkan otot kepalaku yang kaku. Kepalaku sangat berat menahan beratnya kantuk, serasa terdapat ribuan kilogram di dalam selaput kepalaku. Smartphone ku tiba-tiba berbunyi, terdapat sebuah pesan masuk dari bosku: “Pak, mohon dikirimkan laporan bulanan versi terakhir yang sudah kita setujui bersama untuk didiskusikan dengan pimpinan pukul 7.30. Trims.” Bagai tersambar petir di siang bolong, aku kaget bukan kepalang. Ya, laporan bulanan yang seharusnya kukirimkan semalam belum sempat terkirim.

Kubalas pesan masuk sms itu dengan singkat: “Baik Pak, segera akan saya kirim”. Semalam aku terlalu lelah bermain futsal, bermain tanpa kenal lelah laksana Fabio Cannavaro yang menjaga benteng pertahanan Italia di Piala Dunia 2006. Akibatnya, laporan bulanan yang sangat penting ini lupa kikirim semalam.  Laporan bulanan yang akan didiskusikan dengan pimpinan, laporan bulanan yang akan menjadi dasar pengambilan keputusan! Arrrggghhhhh! Ingin rasanya kuberteriak kencang dan mengungkapkan kekesalanku pada dinding yang membisu. Tanganku menggenggam erat, kukepal dengan sangat kencang. Ingin rasanya kulampiaskannya dengan menghantam lantai yang terdiam.

Namun aku sadar bahwa kekesalan tiada akan menghasilkan solusi, aku harus melangkah maju.
Hujan yang jauh lebih deras dan raungan serigala malam pun pernah kulalui dengan sukses.
Ini hanya hujan deras dan angin saja! Segera aku melangkah ke toilet untuk mandi dan berganti baju. Aku berangkat ke kantor mengendari motor, kupersiapkan segala peralatan untuk menghadapi hujan deras dan tiupan angin yang kencang.

Lonceng berbunyi menunjukkan pukul 7.00. Dengan deadline yang semakin ketat, aku sadar bahwa tidak mungkin aku sampai ke kantor sebelum pukul 7.30. Kepalaku berdenyut kencang, berpikir keras mencari solusi. Bagaimana caranya untuk bisa mengirimkan file ini tepat pada waktunya. File laporan bulanan ini berukuran sebesar 25 MB. Bagiku ini adalah sebuah pertaruhan! Pertaruhan akan keringat yang kukeluarkan, tenaga yang kucurahkan, dan napas yang kuberikan. Semuanya untuk pembuatan laporan bulanan ini. Aku terus berpikir, berpikir, dan berpikir, tiba-tiba aku teringat pada salah satu layanan yang diberikan Indosat yaitu Indosat Super WiFi. Daerah terdekat dengan rumahku adalah Setiabudi One, aku tahu betul ada layanan Indosat Super Wifi disitu. Dengan Indosat Super Wifi, kita bisa mendapatkan layanan internet Unlimited melalui jaringan Wi-Fi dengan kecepatan tinggi hingga 20 Mbps yang diperuntukan bagi seluruh pelanggan Prabayar & Paskabayar paket Data Indosat secara gratis.

Kuberanikan untuk melangkah keluar dari rumah dan menghadapi derasnya hujan. Kustarter motor bebek lamaku, motor yang kubeli di tahun 2008. Memang ukurannya termasuk motor lama, namun kenangan suka dan duka terukir nyata di badan motorku ini. Kupakai jas hujan warna kuning untuk melindungi tas Indosatku yang berisi laptop dan buku. Kubuka pintu gerbang untuk mengeluarkan motor. Layaknya air terjun, kucuran hujan merangsek deras membanjiri seluruh motor dan tubuhku. Namun aku tidak menyerah, aku menyadari pentingnya sebuah perjuangan, ya sebuah perjuangan mengirim laporan bulanan yang difasilitasi oleh layanan Indosat Super Wifi.

Keluar dari gang, sambil menikmati derasnya hujan di Jakarta, aku menyadari bahwa hidup di ibu kota membutuhkan ekstra tenaga dan kerja keras. Bahkan untuk sampai ke lokasi yang dekat sekalipun. Ibu kota memang kejam, kendaraan antri di jalanan depan gang layaknya orang antri di depan antrian sembako. Aku mencoba menyalip beberapa mobil yang terkena macet. Namun aku tidak berputus asa, aku yakin jika kita benar-benar menginginkan sesuatu serta berdoa dan berjuang untuk itu, semesta pun akan mendukung usaha kita. Dimana-mana kulihat genangan air yang membasahi bumi pertiwi. Kulihat seorang ibu yang sedang mengantar anaknya ke sekolah menggunakan sebuah payung tua. “Ohh, alangkah mulianya ibu ini.” kataku memuji ibu itu di dalam hati. Kulihat seorang pria paruh baya berumur sekitar 60 tahun sedang membersihkan halaman depan rumahnya yang digenangi oleh air. Inilah kehidupan, sehebat-hebatnya manusia, alam lah yang berkuasa. Manusia harus berusaha untuk mencintai alam dengan tulus, layaknya seorang ayah yang mencintai istri dan anak-anaknya, tanpa pamrih.

Tak berapa lama kemudian, sampailah aku di Setiabudi One, segera kumasuk ke dalamnya serta kuparkirkan motorku di tempat terdekat dengan pintu masuk. Setelah kustandarkan tengah motorku, aku mencari tempat yang terlindungi dari hujan. Kubuka jas hujan kuningku yang basah dan kuletakkan diatas motor.  Alangkah bersyukurnya aku, ketika kulihat bahwa tasku hanya sedikit basah. Waktu menunjukkan pukul 7.18, segera kucari meja terdekat. Kutemukan meja terdekat di lantai dasar, tak jauh dari parkiran motorku. Sambil berlari, aku meluncur kesana bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya. Kuambil laptop dari tasku dan kunyalakan dari kondisi hibernate. Aku langsung melakukan scanning jaringan wireless di gedung Setiabudi One ini. Kutemukan banyak Access Point dan langsung kusambungkan laptopku dengan Access Point Indosat Super Wifi. Setelah memasukkan username dan password sebagai tanda otentikasi layanan Indosat Super Wifi, kubuka email kantorku dan segera kukirimkan laporan bulanan sebesar 25 MB. Jantungku berdetak makin kencang laksana raungan pesawat yang hendak lepas landas. Detik demi detik berlalu, dan ternyata baru kusadari layanan Indosat Super Wifi ini memang tidak hanya layak diacungi dua jempol, namun juga layak diberikan apresiasi yang tinggi. Kecepatan upload yang tergolong cepat untuk ukuran file 25 MB. Kuperhatikan progress bar di komputerku. Tak berapa lama kemudian muncul alert di komputerku “File successfully sent”. Senyum simpul mengembang di bibirku.

Tepat pukul 7.25, langsung kutelepon bosku: “Pak, laporan bulanan sudah selesai saya kirim”. Bosku langsung menjawab: “Sebentar, saya periksa dulu”. Suasana hening sekitar sepuluh sampai dua puluh detik. Tak berapa lama kemudian bosku menjawab: “Ya, laporan bulanan sudah masuk. Saya sangat menghargai usahamu. Terima kasih”. Ahhh, perasaan lega membumbung di benakku.

Aku tak tahu harus berkata apa kepada layanan Indosat Super Wifi. Ucapan terima kasih dan kado rangkaian bunga pun tak cukup untuk menggambarkan rasa syukurku saat itu. Ya, meski hujan deras dan angin kencang menyentak benakku di Senin pagi itu, sujud syukur sebagai tanda rasa terima kasih rasanya bukan sesuatu hal yang berlebihan.  Aku percaya bahwa di Senin pagi itu lagi-lagi semesta menunjukkan jati dirinya kepada manusia. Sebuah pembelajaran hidup yang berharga lebih dari sekedar nilai sempurna di bangku sekolah.

Advertisements
This entry was posted in Indosat, IT, Wireless and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Pengalaman mendebarkan menggunakan Indosat Super Wifi

  1. muxonated says:

    Mantab gaann.. Lanjutgaaannn!!! Keep up your good writing masbro 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s