Plus Minus Menjadi Network Administrator, External Auditor, Internal Auditor, dan Usaha Sendiri

Ya, kata orang, profesi bukan sekedar pekerjaan, namun harus dijalankan dari hati dengan kesungguhan dan totalitas. Saya ingin share pengalaman menjalankan berbagai profesi mulai dari network administrator, external auditor, internal auditor, dan usaha sendiri.


Network administrator:

Plus:

  1. Bisa download sepuas-puasnya 😀
  2. Punya privilege yang tinggi untuk mengatur konfigurasi sistem mulai dari konfigurasi server sampai routing
  3. Punya keleluasaan untuk langsung praktek dan explore karena infrastrukturnya sudah tersedia
  4. Bisa memiliki skill yang mendalam di suatu bidang
  5. Sering jalan-jalan untuk konfigurasi jaringan dan server, walaupun tidak sesering external auditor

Minus:

  1. Ditelepon setiap saat (tidak kenal waktu). Pagi, siang, sore, malam, standby terus
  2. Jenjang karir tidak secepat di dunia audit, meskipun ini relatif kepada perusahaanya
  3. Sosialisasi dengan orang relatif tidak sebanyak di dunia audit. Menjadi network administrator berarti lebih banyak berkutat dengan mesin dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari

External auditor

Plus:

  1. Jalan-jalan ke berbagai daerah, sangat recommended bagi yang suka travelling
  2. Punya pemahaman yang luas terhadap berbagai sistem di berbagai perusahaan, namun relatif tidak sedalam network admin maupun internal auditor
  3. Relatif memiliki kesempatan besar untuk bertemu orang di tingkat C-level
  4. Jenjang karir relatif lebih jelas jika dibandingkan dengan network administrator maupun internal auditor, walaupun kembali lagi ini tergantung perusahaannya
  5. Political interest/conflict relatif tidak sebanyak internal auditor karena biasanya external auditor hanya melakukan di fieldwork di suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu saja, kemudian lanjut ke proyek selanjutnya

Minus:

  1. Workload sangat amat tinggi, bahkan mungkin lebih tinggi atau sama jika dibandingkan dengan network administrator
  2. Relatif tidak ada waktu untuk menjalankan hobi atau kegiatan lain karena sebagian besar waktu terkuras untuk menjalankan proyek.
  3. Sulit untuk menguasai dengan dalam di suatu bidang tertentu karena banyaknya client sehingga minim waktu untuk explore, ya walaupun ini lagi-lagi balik ke orangnya

Internal auditor

Plus:

  1. Bisa memiliki lebih banyak waktu untuk mempelajari sistem secara lebih mendalam
  2. Punya pemahaman yang relatif lebih dalam terhadap suatu sistem di suatu perusahaan
  3. Workload relatif tidak setinggi external auditor
  4. Rekomendasi yang diberikan lebih nyata terasa karena internal auditor berada di dalam suatu perusahaan dan ikut terlibat setelah rekomendasi diterapkan
  5. Bisa memiliki pemahaman spesifik yang lebih di suatu bidang industri jika dibandingkan dengan external auditor. Misal auditor telco, auditor bank, dll.

Minus:

  1. Jika tidak cocok dengan users, maka kerja akan berasa tidak nyaman karena bertemunya dengan users itu-itu saja. Bandingkan dengan external auditor, yang berganti-ganti terus clientnya.
  2. Bisa terlibat di dalam intrik-intrik politik berkepanjangan, apalagi jika rekomendasi yang diberikan tidak cocok dengan kondisi perusahaan.
  3. Jika object audit sama setiap tahun, maka bisa jadi auditor akan mengalami kebosanan dan knowledge-nya tidak berkembang secara signifikan

Usaha sendiri
Pengusaha yang dimaksud disini dibatasi ke arah buka toko/gerai dan bagaimana suka dukanya. Untuk usaha yang besar-besar, saya belum ada pengalaman.

Plus:

  1. Segala sesuatu ditentukan sendiri/bersama-sama dengan rekan bisnis. Keputusan penting/keputusan urgent dapat kita manage sendiri.
  2. Melatih mental bahwa cari uang itu perlu perjuangan. Sangat terasa sekali ketika kita biasa berada di kantor yang megah dan full AC dengan fixed income tertentu sebulan dibandingkan dengan ketika kita harus masuk keluar pasar untuk mencari bahan baku. Disinilah mental kita dilatih.
  3. Berperan serta dalam seluruh aspek yang diperlukan untuk menjalankan usaha itu. Sense of ownership menjadi relatif lebih tinggi.
  4. Memiliki kepuasan pribadi jika usaha yang dijalankan berhasil. Sepertinya ini berlaku juga pada semua pekerjaan, jika kita berhasil, maka ada kepuasan tersendiri. Namun tingkat kepuasannya yang berbeda.
  5. Income yang relatif tidak pasti. Bisa laku keras atau bisa jadi tidak laku sama sekali. Ini bisa jadi point minus juga.

Minus:

  1. Bagi yang suka spesialisasi, faktor yang diurus bisa jadi terlalu banyak. Mulai dari operasional, keuangan, SDM, lingkungan, bahan baku, dll.
  2. Modal relatif lebih besar jika dibandingkan dengan kerja kantoran.
  3. Income yang relatif tidak pasti. Bisa laku keras atau bisa jadi tidak laku sama sekali. Ini bisa jadi point plus juga.

Kenapa di semua profesi lebih banyak plusnya? Ya karena kembali lagi, yang mana yang mau dipilih, terserah diri kita masing-masing. Saya hanya berusaha untuk menunjukkan bahwa semuanya itu positif asal dijalankan dengan sepenuh hati 🙂

Income yang relatif tidak pasti. Bisa laku keras atau bisa jadi tidak laku sama sekali. Ini bisa jadi point plus juga.

Advertisements
This entry was posted in Dunia Kerja, Life. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s